DETAIL BERITA

PEMKAB MAPPI IKUT PEKAN SAGU NUSANTARA 2020 SECARA VIRTUAL

 

Acara pembukaan Pekan Sagu Nusantara dilaksanakan secara daring pada Selasa (20/10/2020) pukul 13.00 WIB. Acara ini dihadiri undangan antara lain Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. “Masyarakat jangan bergantung hanya pada beras sebagai sumber utama pangan nasional, mulai saat ini kita akan berupaya bekerja bersama untuk mewujudkan sagu sebagai salah satu pangan utama di beberapa wilayah-wilayah di Indonesia,” jelas Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Musdhalifah Machmud dalam EXPO Pekan Sagu Nusantara melalui siaran langsung dari YouTube. Acara PSN 2020 ini dilakukan serentak di beberapa lokasi yaitu kantor Kemenko Perekonomian dan 13 provinsi sentra penghasil sagu Indonesia. Tiga belas provinsi yang dimaksud antara lain Luwu Utara, Kabupaten Mappi (Papua), Kabupaten Jayapura (Papua), Kabupaten Teluk Bintuni (Papua Barat), Kabupaten Sorong Selatan (Papua Barat), dan Kabupaten Kaimana (Papua Barat). Kemudian Kabupaten Konawe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Tapin, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Kepulauan Meranti, Kabupaten Kepulauan Mentawai (Sumbar), dan Kabupaten Lingga (Kepri). (https://www.kompas.com/ food/read/2020/10/20/172948575/pekan-sagu-nusantara-2020 resmi-dibuka-hari-ini?page=all)

 

“Tujuan penyelenggaraan PSN 2020 adalah pertama untuk menyosialisasikan sagu nusantara kepada masyarakat. Bahwa sagu adalah salah satu pangan sehat untuk rakyat Indonesia,” jelas Musdhalifah. Kedua ia juga menjelaskan, tujuan acara ini untuk menggali potensi bisnis sagu nusantara, bukan hanya sebagai pangan melainkan juga ketahanan energi. “Karena sagu merupakan salah sagu sumber yang dapat menghasilkan etanol untuk mensubstitusi bahan bakar fosil kita dari premium yang sekarang realisasinya masih 0 persen,” jelasnya. “Bagi Provinsi Papua Pekan Sagu Nusantara 2020 yang dilaksanakan hari ini bukan hanya sekedar suatu acara atau ajang promosi. Namun lebih dari pada itu, merupakan suatu bentuk pengakuan dan penghargaan negara,” papar Gubernur Papua Lukas Enembe yang memberi sambutan melalui video. Ia juga mengungkapkan bahwa sagu merupakan identitas orang Papua dan berkaitan erat dengan sosial-budaya masyarakat Papua. “Pekan Sagu Nusantara 2020 diharapkan menjadi momentum sebagai gerakan awal kerja sama dari pelaku sagu dari hulur ke hilir sampai mencapai kesejahteraan masyarakat Papua," papar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Acara pembukaan ini juga diikuti dengan peluncuran produk Sago Mee. Selain itu, Pekan Sagu Nusantara 2020 juga dimeriahkan pemecahan rekor MURI yaitu makan olahan sagu secara serentak di 14 provinsi. (https://www.kompas.com/ food/read/2020/10/20/172948575/pekan-sagu-nusantara-2020 resmi-dibuka-hari-ini?page=all)

 

Dalam kegiatan tersebut Pemerintah Kabupaten Mappi melalui Dinas Pertanian dan Tim penggerak PKK Kabupaten Mappi turut berpartisipasi membuat pameran produk olahan makanan yang semua bahannya berasal dari sagu. Makanan yang dipamerkan diantaranya Kerupuk dari sagu, Kue Brownies dari sagu, Mie dari Sagu dan Cendol dari sagu. Wakil Bupati Mappi Jaya Ibnu Su’ud, S.T. mengatakan hari ini tanggal 20 Oktober 2020 kita berpartisipasi mengikuti Pekan Sagu Nusantara tahun 2020, dalam rangka memeriahkan Hari Pangan Sedunia. Oleh karena itu pada kesempatan hari ini Kabupaten Mappi dengan potensi sagu yang kita miliki turut  berpartisipasi dalam rangka  mengembangkan sagu sebagai potensi lokal untuk kepentingan berbagai masyarakat khususnya untuk masyarakat kita yang ada di kampung-kampung.

 

“Sagu adalah makanan yang sangat familiar dengan masyarakat kita orang Papua, khususnya kita orang Mappi. Dengan potensi yang luar biasa kita berharap program pengembangan sagu dari hulu sampai dengan hilir yang terpadu dan terintegrasi kita harapkan bisa dikembangkan,” ujar Wabup.

 

Sagu adalah makanan yang sehat, sagu adalah makanan yang sangat familiar dengan masyarakat kita saya harapkan dengan pengembangan sagu yang sekarang kita laksanakan terlebih ada dalam program pemerintah, semua itu dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Program ini harus bisa kita lakukan sehingga dampak ekonomi dengan potensi sagu yang dimiliki oleh masyarakat itu  betul-betul bisa kita wujudkan,” tegas Wabup.

 

Lebih lanjut Wabup mengatakan, melanjutkan kerja sama dengan semua pihak sangat kita harapkan tidak hanya dengan Pemerintah Daerah saja tapi dengan semua stakeholder baik itu tokoh masyarakat, tokoh agama dan semua pemangku kepentingan di daerah ini. Dari kerjasama tersebut diharapkan semua bisa memberikan sumbangsih dan pikiran dalam rangka mengembangkan sagu sebagai bahan pangan lokal yang yang sehat yang tentu bisa mendukung program nasional yaitu ketahanan pangan secara nasional khususnya untuk kita di bagian selatan Papua, lebih khusus kita di wilayah Adat Anim Ha yang mana Mappi merupakan salah satu wilayah untuk pengembangan ekonomi di bagian selatan Papua.

 

“Momentum ini yang kemudian kita manfaatkan bagaimana potensi yang kita miliki bagaimana kemudian secara lokal bisa berdampak secara ekonomi untuk mendukung Program Nasional yaitu Ketahanan Pangan di bagian selatan Papua,” jelas Wakil Bupati.

 

 

Oleh : Admin Web | 27 Oktober 2020 | Dibaca : 110 Pengunjung