DETAIL BERITA

BUPATI MAPPI BUKA RAPAT KERJA KLASIS DAN RAPAT KERJA PELAYANAN GPI PAPUA KLASIS MAPPI TAHUN 2020

Turut hadir Badan Pekerja Sinode, Wakil Bupati Mappi, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mappi, Kepala Distrik Nambioman Bapai, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mappi, Badan Pekerja Klasis GPI Papua Mappi, BPPG Klasis GPI Papua Mappi, para Tokoh Agama dan Tokoh Adat, Senioritas EM. Pdt. Tera Tukira, serta para pelayan dan peserta Rakersis dan Rakerpel.

Dalam menyampaikan laporannya Bapak Arter Komalig mengatakan “Pelaksanaan Rapat Kerja Klasis dan Rapat Kerja Pelayanan Wadah Kategorial lingkup GPI Papua Klasis Mappi Tahun 2020 didasarkan pada Keputusan Sidang Klasis GPI Papua Mappi Tahun 2018 di Bade dan Surat Keputusan Badan Pekerja Klasis GPI Papua Mappi Nomor 14/X/ORG tanggal 31 Maret 2019 tentang Pembentukan Panitia Rapat Kerja Klasis dan Rapat Kerja Pelayanan Kompel (Komisi Pelayanan) Wadah Kategorial Lingkup Klasis GPI Papua Mappi di Jemaat GPI Papua Petra Mur. Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelayanan dan realisasi anggaran pendapatan serta belanja klasis dan kompel-kompel tahun 2020 dan menyusun program pelayanan serta anggaran pendapatan belanja klasis dan kompel-kompel tahun 2021. Peserta Rapat Kerja Klasis dan Rapat Kerja Pelayanan Kompel Wadah Kategorial Klasis GPI Papua Mappi sebanyak 107 Orang yang terdiri dari peserta Rakersis sebanyak 60 orang dan peserta Rakerpel sebanyak 47 orang.

Dalam sambutannya Bupati Mappi mengatakan “Atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami oleh pihak Gereja GPI untuk hadir bersama-sama dengan pemerintah melakukan langkah-langkah baik untuk membawa umat menuju suatu kehidupan yang lebih baik. Dengan harapan kebersamaan akan memberikan manfaat yang lebih baik untuk merumuskan hal-hal yang baik untuk kemajuan gereja GPI di wilayah Mappi dan lebih luas di wilayah Papua, tetapi yang paling mendasar adalah keimanan membawa jemaat-jemaat ini menuju suatu tujuan yang lebih baik dengan nilai-nilai penghayatan iman yang benar-benar bisa bertahan menghadapi perubahan zaman yang terjadi.”

Ditambahkan Bupati “Apapun situasi organisasi akan digerakkan oleh manusia maka haruslah kita fokuskan dalam mengubah akal pikir mereka untuk menuju pada suatu penguatan yang lebih baik dalam berbagai macam aspek kehidupan. Dan dari manusia inilah bisa membawa kita kemandirian secara total baik itu kita terlibat dalam organisasi secara langsung dalam mengelola pelayanan umat maupun kepada jemaat itu sendiri”, ujar Bupati mengakhiri sambutannya.

 

Oleh : Admin Web | 10 Nopember 2020 | Dibaca : 50 Pengunjung