DETAIL BERITA

SSR PERDHAKI KEVIKEPAN KEPI GELAR SOSIALISASI PROGRAM MALARIA DI KABUPATEN MAPPI

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Mappi, Anggota DPRD Komisi C, Pastor Kevikepan Kepi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi, Kepala Bappeda Kabupaten Mappi, Kepala SSR Kevikepan Kepi Kame, Kepala Kelurahan Kepi, serta para peserta sosialisasi.

Malaria adalah salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berdampak pada penurunan kualitas Sumber daya Manusia. Hal ini dapat menimbulkan berbagai masalah sosial dan ekonomi bahkan dapat mempengaruhi ketahanan nasional.

Sosialisasi ini bertujuan untuk melakukan percepatan eliminasi malaria Provinsi Papua, serta secara khusus untuk mempromosikan program malaria dan membangun kolaborasi dengan pemangku kepentingan lokal.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mappi dr. Ronny Herry Tombokan mengatakan bahwa malaria merupakan salah satu masalah utama yang dihadapi di Kabupaten Mappi. Malaria selalu masuk dalam 5 besar penyakit tahunan di Kepi, sementara di daerah tertentu seperti wilayah Citak Mitak, Tizain, dan Kaibar masuk ke dalam 3 besar, serta peringkat pertama wilayah terbesar terjangkit penyakit malaria adalah Senggo.

“Sampai hari ini kita masih berurusan dengan malaria, seiring dengan perkembangan Kabupaten Mappi sehingga sebaran kasus makin meluas“, ujarnya.

Berdasarkan data endemisitas malaria di Kabupaten Mappi dari angka API (Annual Parasite  Insidence), pada tahun 2019 tercatat 21 per seribu penduduk, tahun 2020 naik menjadi 64 per seribu penduduk, sementara tahun 2021 hingga saat ini tercatat 9 per seribu penduduk. Data tersebut tetap masih jauh dari target eliminasi malaria yaitu API < 1 per seribu penduduk.

“Dengan adanya sosialisasi, diharapkan kita bisa mendapatkan banyak solusi untuk mengatasi permasalahan malaria, karena penanganan penyakit ini tidak mudah untuk diatasi”, lanjut dr. Ronny.

Sementara itu, Wakil Bupati Mappi Ir. Jaya Ibnu Su’ud, S.T. dalam sambutannya mengajak semua pihak agar terlibat dalam penanganan malaria, karena bagaimanapun kita berkewajiban untuk mengingatkan, menyadarkan, memberi sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan upaya agar penularan malaria ini bisa menurun.

“Kami dari Pemerintah Daerah memiliki tanggung jawab tersendiri dalam menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam rangka kegiatan-kegiatan eliminasi malaria di daerah ini”, ujar Wakil Bupati.

Lebih lanjut, sosialisasi ini diharapkan bisa menjadi langkah kita untuk melakukan upaya dan kegiatan-kegiatan di lapangan dalam rangka pencegahan penularan malaria yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada, khususnya pada beberapa distrik yang memiliki penyebaran tinggi.

“Diharapkan semua peserta dapat terlibat dalam sosialisasi ini untuk memberikan masukan dan saran untuk menekan penularan malaria di daerah kita, sehingga masyarakat bisa hidup lebih sehat”, harap Jaya Ibnu Su’ud mengakhiri sambutannya.

Oleh : ADMIN WEB | 15 September 2021 | Dibaca : 21 Pengunjung